aplikasi lem warna putih pada kertas
|

Tips Menyimpan Lem Putih agar Tidak Mengering di Dalam Kemasan

Lem putih merupakan salah satu jenis perekat yang paling sering digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari kebutuhan sekolah, kerajinan tangan, hingga pekerjaan kantor dan rumah tangga. Menyimpannya dengan benar sangat penting agar kualitasnya tetap terjaga dan tidak cepat mengering di dalam kemasan.

Dengan penyimpanan yang tepat, lem dapat digunakan lebih lama sehingga membantu menghemat biaya pembelian ulang. Selain itu, lem yang tidak mengering akan memberikan hasil rekat yang lebih maksimal dan rapi saat digunakan.

Sayangnya, masih banyak orang yang kurang memperhatikan cara penyimpanan lem sehingga produk cepat rusak. Padahal, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar lem tetap awet dan siap digunakan kapan saja.

Baca Juga : Ini Dia Lem Kertas untuk Jilid Buku yang Kuat dan Tidak Merusak Warna

Apa Itu Lem Putih dan Mengapa Mudah Mengering? 

Lem putih adalah jenis perekat berbahan dasar polimer sintetis, umumnya berbasis polyvinyl acetate (PVAc), yang berwarna putih susu dan akan mengering menjadi transparan.

Lem ini banyak digunakan untuk merekatkan kertas, kayu ringan, karton, hingga bahan kerajinan karena sifatnya yang mudah diaplikasikan dan relatif aman. Bahan dasarnya mengandung air sebagai pelarut, sehingga teksturnya cair atau kental. 

Ketika lem diaplikasikan dan terpapar udara, kandungan air tersebut akan menguap dan meninggalkan lapisan perekat yang mengeras. Proses inilah yang membuat lem bekerja, tetapi juga menjadi penyebab utama lem mengering. 

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan lem putih mudah mengering. Pertama adalah paparan udara yang masuk ke dalam botol saat kemasan sering dibuka atau tidak ditutup rapat. 

Kedua, penutupan kemasan yang tidak rapat memungkinkan udara terus masuk dan mempercepat penguapan. 

Ketiga, suhu dan kelembapan lingkungan juga berpengaruh, karena suhu panas dan udara kering dapat mempercepat proses pengeringan lem di dalam wadah.

Tips Menyimpan Lem Putih agar Tidak Mudah Mengering 

Agar lem tetap awet dan tidak cepat mengental atau mengering, diperlukan kebiasaan penyimpanan yang tepat. Tips-tips berikut ini mudah diterapkan di rumah maupun di tempat kerja dan terbukti efektif menjaga kualitas lem putih.

1. Tutup Kemasan dengan Rapat setelah Digunakan 

Menutup kemasan lem dengan rapat adalah langkah paling dasar namun sering diabaikan. Setelah selesai menggunakan lem, pastikan tutup botol dipasang kembali hingga benar-benar rapat dan tidak longgar.

Sebelum menutup, sebaiknya bersihkan sisa lem yang menempel di mulut botol atau ulir tutup. Sisa lem yang mengering di bagian tersebut dapat menghalangi penutupan sempurna dan membuat celah kecil tempat udara masuk.

Kebiasaan menutup kemasan dengan benar akan secara signifikan mengurangi paparan udara ke dalam botol. Dengan begitu, proses penguapan air di dalam lem putih dapat diperlambat sehingga lem tetap cair lebih lama.

2. Simpan Lem Putih di Tempat Sejuk dan Kering 

Lingkungan penyimpanan memiliki pengaruh besar terhadap daya tahan lem putih. Sebaiknya simpan lem di tempat yang sejuk, tidak lembap, dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.

Suhu panas dapat mempercepat penguapan cairan dalam lem, sementara kelembapan berlebih dapat memengaruhi kualitas bahan perekat. Lem yang disimpan di dekat jendela, kompor, atau peralatan elektronik berisiko lebih cepat rusak.

Dengan menyimpan lem di dalam lemari atau laci tertutup pada suhu ruangan yang stabil, kualitas lem putih akan lebih terjaga. Cara ini juga membantu mencegah perubahan tekstur dan bau yang tidak diinginkan.

3. Posisi Penyimpanan yang Tepat 

Posisi penyimpanan botol lem juga perlu diperhatikan. Idealnya, lem putih disimpan dalam posisi berdiri dengan tutup berada di bagian atas.

Menyimpan lem dalam posisi terbalik atau menyamping dapat menyebabkan lem menumpuk di area tutup. Jika lem mengering di bagian tersebut, penutupan kemasan bisa menjadi tidak rapat dan memungkinkan udara masuk.

Dengan posisi berdiri, aliran lem tetap stabil dan risiko kebocoran maupun pengeringan di bagian tutup dapat diminimalkan. Cara ini sederhana, tetapi sangat efektif dalam menjaga kondisi lem.

4. Gunakan Wadah Tambahan yang Kedap Udara 

Untuk perlindungan ekstra, Anda bisa menyimpan botol lem putih di dalam wadah tambahan yang kedap udara. Misalnya, menggunakan plastik zip lock atau kotak penyimpanan tertutup.

Wadah tambahan ini berfungsi sebagai penghalang kedua yang membatasi paparan udara dan perubahan suhu lingkungan. Cara ini sangat berguna jika lem jarang digunakan dalam jangka waktu lama.

Selain menjaga kualitas lem, penggunaan wadah tambahan juga membantu mencegah tumpahan dan menjaga area penyimpanan tetap bersih. Lem pun bisa bertahan lebih lama tanpa mengalami perubahan konsistensi.

5. Jangan Mencampurkan Lem dengan Air 

Kesalahan umum yang sering dilakukan saat lem mulai mengental adalah mencampurkannya dengan air. Banyak orang mengira air dapat mengembalikan tekstur lem seperti semula.

Padahal, mencampurkan air justru dapat merusak komposisi bahan perekat dalam lem putih. Lem memang terlihat lebih encer, tetapi daya rekatnya akan berkurang secara signifikan.

Selain itu, penambahan air dapat mempercepat pertumbuhan jamur atau bakteri di dalam lem. Akibatnya, lem menjadi cepat rusak dan tidak layak digunakan.

Cara Mengatasi Lem Putih yang Mulai Mengental 

Lem putih yang mulai mengental tidak selalu berarti sudah rusak dan harus dibuang. Selama perubahan teksturnya masih ringan dan tidak disertai tanda kerusakan lain, lem masih berpotensi untuk dikembalikan agar dapat digunakan kembali dengan baik.

Ciri Lem Putih yang Masih Bisa Diselamatkan

  • Lem putih terlihat lebih kental dari biasanya tetapi masih bisa mengalir saat ditekan.
  • Warna lem tetap putih normal tanpa perubahan menjadi kekuningan atau keabu-abuan.
  • Lem tidak menggumpal keras dan masih bisa tercampur saat dikocok.
  • Tidak tercium bau asam atau bau menyengat yang tidak normal.

Langkah Mengembalikan Konsistensi Lem Putih

  • Bersihkan sisa lem yang mengering di mulut botol agar tutupnya bisa tertutup rapat kembali.
  • Tutup botol lem dengan rapat untuk mencegah masuknya udara tambahan.
  • Kocok botol lem secara perlahan agar tekstur lem kembali tercampur merata.
  • Simpan lem di tempat sejuk dan kering selama beberapa jam sebelum digunakan kembali.
  • Pastikan lem tidak dicampur dengan air karena dapat merusak daya rekatnya.

Kapan Lem Putih Sebaiknya Tidak Digunakan Lagi

  • Lem sudah menggumpal keras dan tidak bisa diaduk atau dikocok.
  • Terjadi pemisahan ekstrem antara cairan dan padatan di dalam botol.
  • Lem berubah warna secara signifikan dari warna aslinya.
  • Lem mengeluarkan bau tidak sedap yang menandakan kerusakan bahan.

Jika Anda akan menggunakan lem putih, pastikan untuk menyimpannya dengan cara yang benar. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan kembali lem untuk keperluan lainnya. 

Sedangkan Anda yang ingin menggunakan slem putih sisa, sebaiknya kenali dulu teksturnya yang masih aman untuk dipakai. Lem harus masih harus menyatu dari segi tampilan dan tidak mengalami perubahan warna. 

Pastikan Anda teliti sebelum menggunakan lem kayu putih sisa pengerjaan sebelumnya. Begitu juga cara Anda menyimpannya kembali agar aman.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *