Lem Aman untuk Mainan Anak: Tak Terelakkan Lagi Penggunaannya

374
ciri mainan anak aman

ciri mainan anak amanDewasa ini, menggunakan lem aman untuk mainan bukan lagi sebuah pilihan. Penggunaan lem yang aman merupakan tuntutan yang harus dipenuhi tiap perusahaan mainan kayu. Mengapa demikian?

Regulasi yang Makin Ketat

Meskipun saat ini regulasi mengenai keamanan dan penerapannya masih belum begitu kuat di Indonesia, namun ke depannya kondisi demikian akan berubah ke arah yang lebih baik. Apalagi bila Indonesia mulai menerapkan regulasi dengan mencotoh negara-negara yang lebih maju. Sehingga, ada baiknya mulai saat ini untuk menggunakan lem kayu yang tidak membahayakan. Untuk saat ini pun sebenarnya sudah ada standar yang harus dipenuhi seperti SNI (Standar Nasional Indonesia. Untuk mendapat label seperti SNI, diperlukan beberapa persyaratan termasuk pada aspek keamanan yang terkait dengan penggunaan adhesive.

Tuntutan dari Masyarakat

Bahkan meskipun standar keamanan tidak diregulasikan dengan ketat, masyarakat akan mulai cerdas memilih mainan yang tidak membahayakan. Apalagi isu ini berkaitan dengan kesehatan buah hati mereka. Branding sebagai mainan aman (dengan penggunaan lem non toksik) pun akan membantu penjualan yang lebih tinggi.

lem aman untuk mainan anak
Crossbond, lem aman berstandar food grade

Eksport dan Bersaing dengan Produk Inport

Di era globalisasi seperti ini, mengekspor produk sekaligus bersaing dengan produk impor di pasar lokal bukanlah hal yang asing. Untuk ekspor di negara-negara maju, tentu pemggunaan lem kayu yang aman untuk mainan anak sangat penting diterapkan. Sedangkan terkait dengan produk impor, maka kita harus bisa menyiapkan mainan yang memiliki kelebihan atau setidaknya tidak kalah saing. Oleh sebab itulah, aspek keamanan yang merupakan aspek vital harus diperhatikan.

Tidak Menggunakan Lem Aman untuk Mainan Anak adalah “Bunuh Diri”

Dengan berbagai fakta di atas, maka bisa dikatakan bahwa penggunaan lem yang aman sudah merupakan sebuah tuntutan, dan bukan lagi berupa “pilihan”. Tuntutan ini berasal dari regulasi yang akan lebih ketat, trend yang disukai masyarakat, hingga persaingan secara global. Bila kita masih terus menggunakan lem yang kandungannya toksik, kita bisa kalah langkah dengan perusahaan mainan lain yang sudah memanfaatkan lem aman untuk mainan anak. Bukankah hal ini sangat merugikan?

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here