Ini Dia Cara Finishing Patina dengan HPL!

608
hpl warna patina

Ada banyak ragam warna patina yang bisa kita hadirkan pada mebel-mebel milik kita. Cara untuk menghadirkannya pun bisa dilakukan dengan beberapa metode. Selain finishing menggunakan cat, kita bisa mengaplikasikan coating atau pelapis seperti HPL. Penasaran bagaimana caranya? Yuk, simak informasinya di bawah ini. Pada artikel ini, bersama-sama kita akan membahas mengenai finishing patina dengan HPL hingga perekat yang sebaiknya digunakan.

Mengapa Finishing Patina dengan HPL?

Bila Anda ditanya, “apa manfaat dari dilakukannya pengecatan atau finishing” apa jawaban yang akan Anda berikan? Sebagian dari kita barangkali akan menjawab bahwa proses finishing bermanfaat untuk membuat produk semakin menarik. Diaplikasikannya beragam warna cat akan mengubah media yang difinish terlihat lebih estetik. Tapi selain masalah estetika, proses finishing juga menyimpan manfaat luar biasa yang lain. Manfaat tersebut terkait dengan fungsi finishing sebagai pemberi perlindungan atau proteksi.

Lapisan finishing bisa melindungi meda di bawahnya dari berbagai faktor perusak. Misalnya saja eksposi air, paparan sinar matahari langsung, hingga kelembaban yang tinggi. Bayangkan saja misalnya mebel yang terbuat dari kayu dibiarkan tanpa lapisan finishing. Akibatnya kayu akan secara langsung terekspos air hingga panas matahari sehingga membuatnya cepat rusak. Kayu mengalami proses pelapukan yang lebih cepat dan berdampak pada usia mebel itu sendiri.
Kombinasi fungsi estetika dan fungsi proteksi inilah yang membuat proses finishing sangat vital diperhitungkan. Termasuk untuk finishing-finishing dengan warna tak biasa seperti warna teroksidasi atau patina.

Warna teroksidasi? Ya. Pernahkah Anda melihat mebel yang bukannya dicat dengan cara yang membuatnya terlihat baru tapi malah membuatnya terlihat tua dan lapuk? Kenyataannya, kesan tua dan lapuk memang disukai beberapa kalangan. Oleh karena itulah, banyak woodworker mencoba menerapkan teknik pengecatan tersendiri yang membuat kayu nampak teroksidasi. Misalnya saja, penampakan kayu yang memudar warnanya karena terpapar sinar matahari intens ataupun kehijauan karena terkena lumut.

Beberapa dari kita mungkin ada yang bertanya, “kenapa tidak digunakan saja kayu-kayu lama yang memang sudah teroksidasi?” Kembali lagi pada awal pembahasan kita. Seperti telah diterangkan sebelumnya, finishing memiliki fungsi proteksi selain estetik. Lapisan finishing yang telah teroksidasi tidak akan mampu melindungi kayu dengan baik. Karena itu, untuk menciptakan kesan teroksidasi, woodworker menciptakan teknik khusus dari bahan-bahan cat yang baru. Tapi dewasa ini, bukan hanya cat yang bisa dipakai. HPL atau High Pressure Laminate sebagai pelapis kayu sintetis rupanya juga bisa digunakan untuk menghasilkan tampilan kayu teroksidasi dengan beragam varian.

finishing patina dengan hpl

Kelebihan dan Kekurangan Finishing dengan HPL Warna Patina

Tersedianya HPL dengan warna patina atau teroksidasi memang sangat menarik. Tapi di luar beragamnya warna patina HPL, ada kelebihan maupun kekurangan yang harus kita perhatikan bila hendak menggunakannya.

Kelebihan

1. Memungkinkan kayu olahan tampil dengan warna patina. Sebagaimana yang kita tahu, kayu olahan agak sulit dicat karena sifatnya yang sangat menyerap air. Teknik finishing patina yang memerlukan beberapa tahapan akan sulit diterapkan pada kayu olahan. Apalagi berbagai kayu olahan seperti MDF juga tak punya serat kayu untuk mendukung tampilan khas patina.
2. Karena dapat diaplikasikan pada kayu olahan, adanya HPL warna patina memungkinkan biaya lebih murah bagi Anda yang menyukai warna ini.
3. Cara aplikasi yang relatif mudah dilakukan
4. Proses aplikasi yang jauh lebih cepat. HPL hanya perlu direkatkan pada medianya saja.
5. Tersedianya beragam tipe warna patina yang bisa menjadi pilihan kita

Kekurangan

1. Bagaimanapun juga, secara estetika, aplikasi HPL warna patina masih tak seindah aplikasi langsung finishing patina.
2. Meskipun aplikasi HPL mudah dilakukan, akan tetapi untuk hasil yang benar-benar rapi dibutuhkan usaha lebih keras. Dari pemotongan sampai pemasangan edging, Anda harus hati-hati menerapkan pelapis ini.
3. Tak semua perusahaan produsen HPL menyediakan pilihan warna patina. Warna patina atau teroksidasi bukan warna umum yang banyak dicari orang.

Berapa Harga HPL Patina?

Salah satu keunggulan yang bisa didapat dari pemakaian HPL warna patina adalah lebih rendahnya biaya untuk menghadirkan warna ini pada mebel Anda. Sebab, Anda bisa menerapkan HPL tersebut pada kayu olahan yang memang harganya jauh lebih murah dibanding kayu solid. Tapi untuk harga HPL patinanya sendiri sangat beragam. Kualitas warna dan kekuatan pelapis sintetis tersebut akan berpengaruh pada harga HPL.

Cara Finishing Furniture dengan HPL Warna Patina

Proses finishing menggunakan High Pressure Laminate warna apa saja pada dasarnya bisa dilakukan dengan mudah. Yang Anda perlu sediakan hanyalah berbagai alat woodworking standar serta bahan perekat yang akan dipakai.

Untuk bahan perekatnya, lem yang kami sarankan adalah Eva Phaethon. Eva Phaethon adalah ethylene vinyl acetate yang ditujukan untuk perekatan media beda karakter. Eva Phaethon memiliki keunggulan mulai dari cara aplikasinya yang mudah, harganya yang murah, daya rekat yang sangat baik, dan tidak mudah rusak oleh berbagai faktor seperti air hingga solvent.
Proses aplikasi HPL warna patina menggunakan Eva Phaethon dapat dilakukan hanya dalam beberapa langkah saja yang sangat sederhana. Anda bisa menerapkannya dengan mesin ataupun secara manual. Untuk langkah-langkah manualnya, berikut contoh cara pemasangan HPL warna patina menggunakan Eva Phaethon:

1. Persiapan media
2. Pengukuran media dan bagian sisinya
3. Pemotongan HPL dan edging sesuai luas media dan sisinya
4. Aplikasi lem Eva Phaethon secara merata
5. Aplikasi HPL dengan media
6. Menunggu hingga kering
7. Mengulangi langkah yang sama untuk memasangkan edging

Bagaimana? Sama sekali tidak sulit bukan langkah-langkah di atas? Meskipun begitu Anda tetap harus hati-hati, karena:

1. HPL adalah pelapis yang sangat tipis. Kadang, HPL sulit dipotong dengan rapi. Jadi saran kami, Anda jangan memotongnya dengan luas sama persis dengan media. Potong dengan ukuran sedikit lebih luas. Nanti bagian yang tersisa bisa dipotong setelah lem mengering.
2. Ingat, pilih edging dengan warna yang sama dengan HPL.
3. Lem benar-benar harus diaplikasikan secara merata agar permukaan kayu yang dilapisi HPL halus dan terlapisi dengan kuat.

Ayo, Pesan Eva Phaethon di Lemkertas!Ayo, Kenali Merk Jenis Lem untuk HPL

Menghadirkan warna patina dengan HPL memang solusi praktis yang bisa kita ambil. Tapi sekali lagi, jangan lupa gunakan lem dengan kualitas yang baik seperti Eva Phaethon. Jangan sembarangan membeli lem karena tak semua lem bisa dipakai untuk perekatan media dengan karakter sangat berlainan seperti HPL dengan kayu-kayu olahan.

Nah, bagi Anda yang tertarik membeli adhesive ini, silahkan hubungi kami via kontak CS yang tersedia. Anda bisa mendapatkan beragam informasi lebih banyak sekaligus melakukan pemesanan untuk adhesive ini.
Semoga bermanfaat! Hadirkan furniture cantik dengan HPL warna patina dan Eva Phaethon!

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here