FAQ Finishing Natural dan Food Grade dan Lem Rekomendasi Kami

463

Apa itu finishing natural dan food grade? Mengapa harus diaplikasikan? Bagaimana caranya? Apa lem yang sebaiknya digunakan? Mari temukan berbagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut pada penjelasan di bawah ini.


Pengertian Finishing Natural dan Food Grade

Salah satu tipe finishing yang belakangan ini sedang sangat disukai adalah finishing natural serta food grade. Bila ditilik dari istilahnya, ada dua hal yang bisa kita ambil dari nama tersebut. Yang pertama adalah finishing natural, dan yang kedua adalah finishing food grade. Finishing natural, sebagaimana namanya, merujuk pada semua tipe finishing yang dilakukan dengan warna alami. Warna-warna tersebut bisa berupa warna coklat tua, coklat muda, kemerahan, dan lain sebagainya. Yang jelas, biasanya pola serat kayu masih nampak dan bahkan dikuatkan.

Bagaimana dengan finishing food grade? Food grade adalah salah satu tingkat keamanan yang menyatakan sebuah produk tak bahaya ketika terjadi kontak dengan bahan yang akan dikonsumsi. Sebuah mangkuk dinyatakan food grade bila mangkuk tersebut tak akan meracuni pemakainya yang menggunakannya untuk wadah makanan. Tinkat keamanan seperti ini sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari sekedar environmentally friendly saja.

Jadi, dari dua istilah tersebut, finishing natural dan food grade bisa didefinisikan sebagai finishing yang memberikan tampilan alami dengan tingkat keamanan food grade. Tipe finishing seperti ini memiliki beragam varian, terutama dari segi tampilan warnanya.

Mengapa Finishing Natural dan Food Grade?

Tapi mengapa finishing natural dan food grade? Anda mungkin bertanya-tanya mengenai alasannya. Sebenarnya ringkas saja. Diaplikasikannya tipe finishing ini tak lain dan tak bukan untuk mengikuti kemauan pasar sendiri yang memang sedang meminati produk yang aman digunakan. Dewasa ini, bila Anda perhatikan, masyarakat mulai menyukai bahan-bahan alami untuk digunakan pada berbagai produk mereka. Pemerintah pun mulai gencar menerapkan standar keamanan yang lebih tinggi. Apalagi pada produk kayu yang dekat dengan aktivitas makan dan dapur.

Finishing natural sendiri dipilih, selain karena estetikanya menarik, juga karena mampu menguatkan kesan aman pada sebuah produk. Andaikan sebuah meja untuk makan malam. Meja tersebut akan dianggap lebih aman bila tidak dicat dengan warna mencolok seperti merah ataupun warna tua seperti whitewash.

Ketika difinish dengan warna alami, meja akan dipersepsi lebih aman karena dianggap minim kandungan kimia di dalamnya. Jadi, kombinasi persepsi masyarakat serta tingkat keamanan yang benar-benar food grade adalah solusi terbaik yang bisa diambil perusahaan. Mereka bisa menjual lebih banyak dengan memainkan persepsi masyarakat tapi tidak menipunya karena memang menggunakan bahan finishing atau cat yang sangat aman (food grade).

Bagaimana Cara Finishing Natural dan Food Grade?

Bagaimana cara melakukan finishing natural serta food grade? Ternyata, aplikasi finishing dengan cat bukan hanya satu-satunya metode. Setidaknya ada 3 cara, yakni aplikasi cat biasa, wax polish finishing, dan penggunaan High Pressure Laminate.

Dengan Cat Biasa

Finishing natural dan food grade menggunakan cat bisa dilakukan dengan tahapan finishing lengkap maupun tidak lengkap. Yang dimaksud tahapan finishing lengkap, mencakup aplikasi semua layer finishing:

1. Dasar, baik itu aplikasi dempul atau filler pada kayu yang berguna mengisi celah dan pori kayu.
2. Primer sebagai lapisan utama cat sekaligus mengisi sisa celah yang tak terisi cat dasar
3. Warna atau stain
4. Top atau clear coat. Clear coat adalah lapisan bening yang biasa diaplikasikan di akhir proses finishing.

Sedangkan aplikasi finishing tidak lengkap dilakukan dengan beberapa layer atau satu saja. Misalnya saja sekedar menerapkan clear coat pada kayu. Hasilnya produk akan terlihat alami dengan warnanya, hanya saja lebih halus dan memiliki tingkat kilau sesuai tingkat kilau clear coat.

Dengan Wax

Proses finishing dengan hasil warna natural dan food grade juga bisa dilakukan dengan wax polish. Tapi tentu saja wax polish yang digunakan harus tepat. Misalnya saja pemakaian Biopolish Wax yang merupakan semir kayu. Produk wax atau lilin seperti Biopolish bisa diandalkan karena menggunakan natural bees wax atau lilin lebah yang sangat food grade.

Meskipun demikian, proses finishing seperti ini tentu berbeda dengan proses finishing menggunakan cat. Bila pemakaian cat bisa bertahan hingga bertahun-tahun, tidak demikian dengan finishing menggunakan wax. Finishing menggunakan wax paling lama bertahan hingga 1 bulan saja. Sehingga aplikasinya pun sebaiknya dilakukan berulang kali. Melelahkan? Tidak juga. Sebab cara finishing dengan wax sangat mudah dilakukan. Sama seperti menyemir sepatu, wax finish dilakukan hanya dengan mengelapkan wax pada kayu yang akan difinish saja. Mudah sekali bukan?

Dengan HPL

Selain bisa dilakukan dengan cat dan wax, finishing natural dan food grade berikutnya bisa dilakukan dalam teknik khusus, yakni finishing tempel menggunakan HPL atau High Pressure Laminate. HPL sebagaimana yang kita tahu adalah pelapis sintetis yang biasa diterapkan pada kayu olahan. Saat ini, HPL tersedia dalam berbagai pilihan tampilan, tak terkecuali warna-warna alami.
Kelebihan yang ditawarkan finishing natural dan food grade menggunakan HPL antara lain:

1. Finishing lebih mudah dilakukan
2. Lebih praktis
3. Bisa diterapkan pada kayu olahan seperti MDF yang tak punya serat. Biasanya, finishing dengan cat sulit diterapkan pada kayu olahan karena porositasnya yang tinggi.

Dari segi estetika, finishing natural dan food grade dengan HPL bisa memberikan hasil yang sangat menawan. Hanya saja, kadang kala memang masih kurang indah dibanding dengan finishing konvensional menggunakan cat. Faktor yang menentukan adalah kualitas HPL-nya. Ada beberapa HPL yang benar-benar bisa memberikan kesan natural dan ada pula yang kurang. Jadi, cermat-cermatlah membeli High Pressure Laminate yang tepat.

Lem yang Sebaiknya Digunakan

lem kayu untuk gitar crossbond

Untuk mendukung finishing natural dan food grade, pemakaian bahan lain dalam pembuatan produk kayu sebaiknya juga diperhatikan tingkat keamanannya. Lem misalnya. Karena dipakai sebagai bahan perekat dalam pembuatan mebel, otomatis aman tidaknya lem pun berpengaruh pada aman tidaknya furniture dan produk kayu lainnya. Aplikasi finishing natural serta food grade tak akan ada artinya bila lem yang Anda gunakan mengandung zat-zat toksik. Jadi perhatikan selalu aspek pengeleman ini. Perhatikan jenis lem dan kandungan-kandungan di dalamnya. Pemakaian lem yang kuat juga penting agar tidak ada eksposi lem dengan faktor luar.

Di lemkertas.com, lem yang kami sarankan untuk kebutuhan ini adalah Eva Phaethon. Eva Phaethon merupakan lem coating dengan mediumnya sehingga cocok dipakai untuk aplikasi finishing HPL dengan tema natural. Eva Phaethon yang memiliki daya rekat kuat namun aman digunakan akan membuat keamanan produk Anda lebih terjamin di mata masyarakat. Produk ini juga bisa didapat dengan harga sangat terjangkau sehingga akan membuat ongkos produksi Anda lebih bis ditekan.

Nah, itulah sedikit pembahasan mengenai finishing natural dan food grade. Semoga bermanfaat.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here