Cara Finishing Natural dan Food Grade pada Kayu Olahan

970

Bahan seperti MDF ingin difinish dengan finishing natural dan food grade? Kenapa tidak? Nyatanya, dengan cara yang tepat, kita bisa saja melakukan finishing natural dan food grade pada kayu olahan.

Mengenal Kayu Olahan dan Keterbatasannya

Secara umum, saat ini kita bisa membedakan kayu menjadi dua jenis. Yang pertama adalah kayu solid, dan yang kedua adalah kayu olahan. Kayu solid adalah semua jenis kayu yang didapat dari pohon. Sedangkan kayu olahan atau engineered wood adalah kayu yang berasal dari suatu pengolahan khusus. Contohnya particle board atau papan partikel. Jenis kayu seperti ini dihasilkan dari pemrosesan partikel-partikel kayu dengan bahan lain untuk disatukan membentuk papan tersendiri. Partikel-partikel kayunya bisa berasal dari berbagai jenis limbah buangan industri woodworking.

Beberapa contoh kayu olahan selengkapnya adalah:

1. Fiberboard yang terdiri atas MDF dan HDF (Medium Density Fiberboard dan High Density Fiberboard)
2. Particle board
3. Plywood atau kayu lapis
4. Block Board hingga Teak Board

Berbagai kayu olahan seperti ini biasanya bisa diperoleh dengan harga jauh lebih terjangkau dibanding kayu solid. Tapi bukan berarti tak ada kekurangan yang harus diantisipasi.

Salah satu kekurangan engineered wood terutama particle board dan fiberboard adalah tidak adanya lagi serat kayu sebagaimana pada kayu solid. Sebagai akibatnya, proses finishing natural yang memperlihatkan pola serat kayu yang menawan tak bisa dilakukan pada kayu seperti ini. Malah penggunaan cat sendiri kurang direkomendasikan karena sifat kayu yang suka menyerap cairan. Akibatnya, pemakaian cat akan sangat boros dan aplikasinya cenderung kurang praktis dilakukan.

Mengapa Menggunakan Kayu Olahan?

Meskipun memiliki beberapa kekurangan vital, tapi kayu olahan masih banyak digunakan hingga saat ini. tentu ada alasan khusus mengapa masyarakat masih menyukai engineered wood. Beberapa alasan yang biasanya diajukan antara lain:

1. Harga terjangkau. Seperti dijelaskan sebelumnya, harga kayu olahan hampir selalu lebih murah dibanding kayu solid. Apalagi bila dibandingkan dengan kayu solid kelas I dan II seperti jati.
2. Supply lebih terjamin dibanding kayu solid yang makin sulit untuk dicari
3. Dianggap sebagai produk eco friendly karena memanfaatkan lembah bekas industri woodworking

Dengan ketiga alasan tersebut, banyak perusahaan mebel dan produk kayu lainnya yang setia menggunakan kayu olahan. Kita pun sudah bisa menyaksikan aneka produk kayu olahan di berbagai toko mebel. Mulai dari lemari pakaian, meja belajar, hingga meja pun banyak yang terbuat dari bahan-bahan kayu olahan, baik 100% engineered wood atau dikombinasikan dengan kayu solid.

Finishing Natural dan Food Grade pada Kayu Olahan

Keunggulan lain yang ditawarkan pemakaian kayu olahan terletak pada pengolahannya yang makin hari makin fleksibel. Misalnya saja terkait proses finishing. Seperti sudah diterangkan sebelumnya, kayu olahan seperti particle board dan fiberboard tidak memiliki pola serat kayu. Akibatnya, kita tak bisa menerapkan finishing natural transparan pada berbagai jenis produk yang memanfaatkan bahan tersebut. Selain itu, aplikasi finishing transparan juga akan sulit dilakukan karena mensyaratkan tidak dipakainya dempul. Padahal penggunaan dempul sangat krusial dalam finishing kayu olahan untuk menurunkan tingkat porositas kayu.

Lantas apa solusi yang bisa diambil? Dengan trend finishing natural dan food grade yang sedang berkembang, kita tentu tak bisa mengabaikan permintaan pasar yang sedang naik. Harus ada cara finishing natural dan food grade pada kayu olahan yang bisa diandalkan.

Untungnya, sekarang ada solusi yang bisa diambil dengan lebih praktis. Solusinya tidak terletak pada pemakaian cat atau bahan finishing konvensional. Alih-alih menggunakan bahan seperti cat, akan lebih baik bila kita mengaplikasikan finishing tempel dengan lembaran sintetis High Pressure Laminate atau HPL. HPL sebagaimana yang kita tahu adalah lembaran yang bisa dipakai untuk memfinish berbagai produk kayu olahan. HPL akan menjadi solusi terbaik untuk hasil finishing natural dan food grade pada kayu olahan Anda.

Keunggulan Penggunaan HPL Natural

Apa saja keunggulan yang ditawarkan penggunaan High Pressure Laminate untuk aplikasi finishing natural dan food grade pada kayu olahan?

finishing natural dan food grade pada kayu olahan

1. Memungkinkan kayu olahan difinish dengan finishing natural. Hampir tidak mungkin kita menerapkan finishing dengan tema alami pada kayu olahan seperti particle board. Adanya lembaran coating seperti HPL adalah solusi terbaik yang ditawarkan.
2. Memungkinkan kayu olahan terlihat seperti jati hingga ebony. Finishing natural mampu memperlihatkan keindahan alami kayu. HPL yang berupa lembaran coating pun mampu menghadirkan aneka rupa keindahan alami kayu dari kayu jati sampai ebony. Pilih saja tampilan HPL yang Anda sukai. Dewasa ini, tampilan HPL sangat beragam mulai dari solid, antic, hingga bertema nature.
3. Menurunkan ongkos produksi. Sebab, selain pemakaian kayu olahannya sendiri sangat hemat, pemakaian HPL pun tak kalah hemat. Aplikasi High Pressure Laminate juga bisa dilakukan dengan mudah tanpa alat dan bahan tambahan.
4. Proses produksi menjadi lebih cepat dilakukan. Pada finishing natural dan food grade konvensional (menggunakan cat), proses dilakukannya pengecatan pasti memakan waktu lama karena membutuhkan aplikasi beberapa layer finishing. Beda bila kita menerapkan finishing natural dan food grade pada kayu olahan menggunakan HPL. Toh, yang perlu dilakukan sekedar menempelkan lembaran itu saja pada medium yang akan difinish.
5. Bisa diterapkan pada berbagai produk kayu seperti kabinet dapur, meja makan, kursi makan, meja belajar, almari, dan berbagai produk kayu lainnya.

Eva Phaethon Selalu Siap Diandalkan

Proses pemasangan HPL warna natural pada kayu olahan pasti membutuhkan lem atau bahan perekat. Zat ini dibutuhkan supaya HPL bisa terekatkan secara merata dan sempurna pada medium. Rata tidaknya permukaan hasil finishing dan lamanya HPL bisa merekat dengan baik sangat dipengaruhi bahan perekat yang digunakan. Untuk itulah, kita harus hati-hati dalam memilih lem yang benar. Perhatikan:

1. Kecocokan lem dengan bahan yang akan direkatkan. Sebab tidak semua lem kayu bisa dipakai untuk merekatkan HPL dengan medianya.
2. Kualitas umum lem seperti daya rekat hingga ketahanannya
3. Cara aplikasi lem hingga kecepatan keringnya yang akan mempengaruhi jalannya proses produksi
4. Tingkat keamanan lem
5. Harga adhesive tersebut dan tingkat kehematannya

Ayo, Kenali Merk Jenis Lem untuk HPL

Dari berbagai jenis lem di pasaran, lem yang kami sarankan untuk aplikasi finishing natural dan food grade pada kayu olahan menggunakan HPL adalah Eva Phaethon. Dengan formulasi dasar ethylene vinyl acetate, lem ini cocok dipakai untuk media HPL dengan kayu olahan yang memiliki karakter sangat berlainan. Lem ini juga cepat kering, kuat, cara aplikasinya mudah dan aman digunakan. Selain itu, yang tak kalah menarik, adhesive ini juga bisa didapat dengan harga sangat terjangkau.

Ingin aplikasi finishing natural dan food grade pada kayu olahan berjalan dengan cepat dan hasil yang baik? Gunakan selalu Eva Phaethon.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here