Cantiknya Meja Makan Minimalis 4 Kursi dengan HPL Putih Ini!

583

Hadirkan ruang makan manis di rumah atau tempat usaha dengan MDF serta HPL warna putih. Buat meja makan minimalis 4 kursi yang menawan. Selain harganya yang terjangkau, pembeli juga akan tertarik dengan keindahan produk yang Anda sediakan.

Industri mebel mengalami kesulitan. Ke depannya pun, tantangan untuk bisnis mebel tak bisa dikatakan mudah. Persoalan yang membelit adalah persoalan yang rumit karena terkait dengan supply utama bahan mebel, yakni kayu. Dilansir dari metrotvnews.com, di Indonesia, pengusaha mebel masih mengalami kendala akan bahan baku kayunya. Hal serupa dinyatakan pressreader.com dan berbagai situs berita kredibel lainnya.

Fenomena maraknya jati muda di pasaran, sebetulnya adalah indikasi dari persoalan tersebut. Karena permintaan yang begitu tinggi, orang jadi mengabaikan usia jati ideal, dan kemudian memilih menggunakan jati muda. Supply memang teratasi sementara, tetapi secara umum, pasokan kayu dinilai masih kurang. Beberapa pengusaha kemudian mencoba menggunakan bahan alternatif. Salah satunya adalah dengan menggunakan kayu bekas. Sedangkan yang lain beralih ke kayu olahan atau engineered wood.

Memiliki Kelebihan serta Kekurangan

Penggunaan kayu olahan ataupun kayu bekas memberikan keuntungan sekaligus kekurangan bagi pengusaha mebel. Keuntungannya, kayu-kayu seperti ini tidak semahal kayu solid yang sudah tua. Apalagi engineered wood. Didesain dengan bahan yang kadang hanya merupakan sampah industri, harga kayu olahan sangat terjangkau. Supply-nya pun masih banyak. Selain itu, di luar aspek estetikanya yang rendah, sejatinya kayu olahan bisa didesain cantik dengan cara yang tepat. Misalnya dengan desain minimalis. Berbagai produk bisa dihasilkan dengan material ini. Misalnya mebel berupa meja makan minimalis 4 kursi.

meja minimalis bagus

Berikut ini akan kami jelaskan apa saja keunggulan pemakaian kayu olahan untuk membuat mebel tersebut.

Membuat Meja Makan Minimalis 4 Kursi dengan Kayu Olahan?

Nama kayu olahan punya makna tersendiri. Kayu ini dibedakan dari kayu solid, karena tatkala kayu solid langsung dipotong dari pohon, tidak demikian dengan kayu olahan. Kayu ini diolah terlebih dahulu sebelum masuk industri yang menggunakannya. Asalnya pun kadang bukan berasal dari pohon langsung, melainkan dari kayu solid yang tidak terpakai. Jenis-jenis engineered wood atau kayu olahan antara lain:

  1. Fiberboard. Fiberboard terdiri atas HDF dan MDF. Bahan ini banyak digunakan dalam industri furniture karena memiliki kualitas yang cukup baik.
  2. Particle Board. Particle board adalah kayu olahan dengan kualitas paling rendah di antara kayu olahan lainnya. Akan tetapi, kayu ini bisa didapatkan dengan harga yang paling murah.
  3. Plywood. Plywood atau kayu lapis merupakan lembaran kayu yang ditumpuk satu sama lain sehingga membentuk bentangan luas dengan ketebalan tipis. Plywood masih mempertahankan tampilan serat kayu, berbeda dengan fiberboard dan particle.
  4. Blockboard. Blockboard adalah papan kayu dari potongan yang lebih kecil. Bagian terluarnya, dilapisi dengan plywood.
    Keempat kayu olahan di atas adalah jenis engineered wood yang paling banyak tersedia di pasaran. Dan Anda bisa memanfaatkannya untuk menghasilkan berbagai mebel, termasuk meja makan minimalis dengan 4 kursi.

Mengapa?

Meja makan minimalis 4 kursi merupakan salah satu set dining table paling populer saat ini. Set dining table ini mencerminkan kebutuhan keluarga kecil yang umumnya ditemukan di rumah-rumah. Sebab, ukuran keluarga sekarang memang jauh lebih kecil dibanding era baby boomer. Bila dulu, satu keluarga bisa terdiri atas lebih dari 4 orang, saat ini anggota keluarga inti makin mengecil dengan jumlah ideal 4 orang, yakni ayah, ibu, dan 2 orang anak.

Di tempat usaha, seperti kafe, meja makan dengan 4 kursi juga lebih disukai. Apalagi untuk rumah makan bertipe kafe. Pembeli di kafe yang merupakan anak muda, biasanya memang hadir dalam rombongan kecil, bukan besar.

Kayu Olahan dan HPL Jadi Kombinasi untuk Pembuatan Meja Makan Minimalis 4 Kursi

Penggunaan kayu olahan untuk membuat meja minimalis merupakan salah satu alternatif terbaik untuk pengusaha mebel. Pertama, kayu olahan merupakan kayu yang murah sebagaimana disebut di atas, kedua style design minimalis yang populer di masyarakat bisa diterapkan mudah pada kayu ini. Caranya adalah dengan mengaplikasikan finishing tempel memanfaatkan pelapis seperti HPL, PVC, dan berbagai jenis pelapis yang lain.

Aplikasi pelapis tersebut akan membuat tampilan kayu olahan tertutupi sepenuhnya dengan lebih mudah. Pasalnya, kayu olahan adalah kayu yang sulit dicat. Aplikasi cat akan merembes ke dalam kayu olahan tanpa penggunaan dempul yang harus dilakukan dengan cermat. Kerumitan seperti ini bisa diatasi dengan menggunakan pelapis.

Style design minimalis juga merupakan gaya yang tidak ”rewel” terhadap detil. Style seperti ini tidak membutuhkan bentuk yang rumit untuk menciptakan keindahan. Anda cukup memilih bentuk meja yang simpel lalu menerapkan HPL yang sesuai. Misalnya saja HPL warna putih. Sebagaimana yang kita tahu, putih adalah salah satu warna andalan dalam desain minimalis.

Berikut ini adalah contoh meja minimalis 4 kursi yang hadir dengan kayu olahan dengan HPL warna putih.

Contoh Meja Makan Minimalis 4 Kursi dengan HPL Warna Putih

Meja Makan Minimalis 4 Kursi

Sangat menarik, ya? Perpaduan cara di atas bukan hanya mampu menghasilkan meja makan yang menawan dan modern (sesuai trend yang disukai oleh pasar). Anda pun bisa memangkas budget produksi yang mahal seperti saat menggunakan kayu solid.

Cara Memasang HPL pada Kayu Olahan

Satu-satunya kendala yang mungkin Anda alami adalah persoalan pemasangan High Pressure Laminate pada kayu olahan. Bagaimanakah cara melapisi kayu olahan menggunakan HPL?

Secara umum, jelas dibutuhkan adhesive yang tepat. Adhesive tersebut harus memiliki kemampuan untuk merekatkan media beda karakter. Jadi, Anda tak bisa menggunakan lem kayu laminasi biasa. Misalnya lem yang bisa dipakai untuk menempelkan veneer. Ingat, veneer merupakan lapisan tipis kayu solid. Veneer dengan kayu olahan merupakan bahan kaya selulosa yang karakternya tidak jauh berbeda. Hal ini tidak berlaku pada HPL. HPL adalah pelapis sintetis. Sebagai pelapis sintetis HPL memiliki karakter yang berlainan dengan kayu olahan. HPL tidak mudah menyerap air dan larutan, sedangkan kayu olahan sangat mudah menyerap air dan larutan. Ditakutkan, lem yang dipakai nantinya akan merembes seluruhnya ke dalam kayu olahan, tanpa sedikitpun yang menempel di HPL. Akibatnya, perekatan pun menjadi gagal.

Untuk mengatasi hal tersebut, pilihlah lem yang sekiranya memiliki kemampuan merekatkan media dengan karakter yang berbeda bahkan berlawanan. Lem yang kami sarankan untuk pembuatan meja makan minimalis 4 kursi dengan HPL tersebut adalah Eva Phaethon. Menggunakan bahan dasar ethylene vinyl acetate, Eva Phaethon bisa digunakan untuk aplikasi finishing tempel dengan hasil yang baik. Apalagi perekat ini juga memiliki daya ikat yang baik, stabil, cepat kering, cover area luas, tidak tebal, dan mudah digunakan.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here