Dengan Ultra Phaethon, Hasilkan Alat Makan Kayu Natural dan Food Grade

608
alat makan kayu 6

Selain piring yang biasa kita kenal, saat ini pemakaian piring dari kayu mulai kembali marak digunakan. Serat alam pun banyak dipakai untuk menghasilkan berbagai alat makan tersebut. Cara membuatnya? Sebetulnya mudah saja dilakukan. Hanya, tentu dibutuhkan lem yang bagus untuk memastikan berbagai alat makan kayu tersebut awet sekaligus tidak toksik.

Penggunaan Alat Makan Kayu

Gelas kaca dan piring-piring dari keramik adalah jenis alat makan yang jamak kita kenal. Hampir semua rumah di Indonesia memiliki perkakas dari jenis ini. Ukurannya beragam, demikian juga tampilan dan harganya. Tapi yang pasti, kesemuanya terbuat dari keramik hingga gelas.

Meskipun sangat populer, bukan berarti alat makan dari bahan lainnya tak pantas untuk dibahas. Saat ini, justru sedang trend penggunaan alat makan dari bahan organik. Memang trend ini belum masuk ke rumah-rumah pribadi, tapi sudah banyak merambah restaurant-restauran hingga hotel-hotel. Adalah kayu yang kini mulai digunakan di berbagai usaha tersebut. Selain kayu, anyaman bambu yang dibuat menjadi piring juga banyak digunakan. Biasanya, piring anyaman bambu tersebut dipadukan dengan alas makan daun pisang sehingga kesan etnik dan tradisionalnya lebih terasa. 
Bagaimana trend ini bisa muncul, jelas ada alasannya sendiri. Salah satunya, terkait dengan tingkat keamanan alat makan dan kesan natural yang sedang disukai pasar. Masyarakat kita bagaimanapun juga mulai menyukai berbagai tema “back to nature”. Karena itulah berbagai kafe hingga rumah makan besar secara khusus menggunakan alat-alat makan dari bahan organik. Aspek keamanan menjadi salah satu alasan utama. Pemakaian bahan alami dipersepsi sebagai hal yang positif karena tidak menggunakan zat-zat membahayakan. Sedangkan dari segi estetika, berbagai alat makan seperti ini mampu memberikan keindahan yang berbeda dan lain daripada yang lain.

Tapi tentu saja pemakaian bahan organik tidaklah cukup. Selain bahan dasar yang dipakai pada berbagai alat makan tersebut, dua bahan pendukungnya juga harus diperhatikan, yakni bahan perekat dan bahan finishing.

Ultra Phaethon untuk Alat Makan Kayu Food Grade

jual lem untuk wallpaper

Untuk bahan perekatnya, lem yang kami sarankan untuk kebutuhan ini adalah Ultra Phaethon. Selain bisa digunakan untuk pembuatan alat makan dari kayu, Ultra Phaethon juga bisa diaplikasikan untuk pembuatan alat makan dari bahan alami lain seperti bambu, rotan, dan lainnya.

Lem Ultra Phaethon ini menggunakan formulasi dasar PVAc water based atau polyvinyl acetate berbasis air. Sebagaimana yang kita tahu, salah satu keunggulan lem PVAc water based terletak pada tingkat keamanannya yang tinggi. Sejak awal ditemukan di Jerman, adhesive ini mampu menggantikan popularitas animal glue karena kualitas dan terutama kandungannya yang sama sekali tidak toksik.

Apa saja keunggulan lengkap Ultra Phaethon? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Sangat kuat untuk pembuatan wooden utensil termasuk alat makan dari kayu
2. Mudah digunakan
3. Tidak mudah rusak terkena air, panas, ataupun solvent sehingga menjadikan produk lebih awet
4. Cepat kering
5. Murah
6. Solid content tinggi
7. Tidak menyebabkan glue line
8. Cara aplikasi yang sangat mudah, tanpa membutuhkan alat dan bahan tambahan

Adhesive ini bisa diterapkan untuk berbagai alat makan dari kayu hingga perlengkapan dapurnya. Misalnya untuk membuat mangkuk kayu, gelas bambu, hingga untuk membuat entong dan talenan yang terbuat dari kayu.

Kandungan aman yang dimiliki adhesive ini akan membantu Anda mewujudkan alat makan kayu yang benar-benar tidak toksik. Apalagi Ultra Phaethon juga telah diformulasikan menurut standar keamanan internasional sehingga akan memudahkan Anda untuk mengekspor produk ke negara-negara luar.

Bahan Finishing Aman untuk Alat Makan dari Kayu

Selain bahan perekatnya, keamanan bahan finishing juga perlu kita perhatikan. Apalagi bahan finishing secara langsung berkaitan dengan kontak makanan yang akan dikonsumsi. Sehingga bahan finishing yang dipakai seyogyanya benar-benar aman tanpa mengandung zat membahayakan. Lantas apa bahan finishing yang bisa diandalkan?

Dengan Beeswax

Salah satu bahan finishing yang bisa diandalkan dalam pembuatan alat makan kayu food grade adalah beeswax atau lilin lebah. Beeswax merupakan lilin alami yang dihasilkan lebah madu untuk membuat sarangnya. Lilin-lilin ini ternyata memiliki berbagai manfaat luar biasa, salah satunya bisa digunakan untuk perawatan dan finishing kayu.

Sebagai bahan finishing, beeswax memang berbeda dari cat konvensional. Cat mampu menciptakan lapisan finishing yang bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Sehingga proteksi yang diberikan sangat baik. Beeswax tidak memiliki kemampuan ini. Alih-alih menciptakan lapisan finishing, beeswax akan meresap ke dalam substrat kayu. Efeknya pun hanya bertahan paling lama hingga 2 minggu. Tapi jangan khawatir. Sebab, cara aplikasi beeswax sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu mengoleskannya saja pada berbagai alat makan kayu Anda. Lakukan secara berkala setiap 1 hingga 2 minggu agar hasilnya baik.

Penggunaan beeswax atau lilin lebah saat ini mulai banyak dilakukan. Apalagi efeknya pada estetika kayu dan bahan organik juga sangat bagus. Beeswax mampu membuat kayu tampak lebih tajam dengan permukaan lebih halus. Tapi ingat, jangan sembarangan membeli “lilin” untuk memfinish kayu.

Di luar beeswax, woodworker juga mengenal lilin finishing lain seperti parafin wax. Tapi parafin wax tidak memiliki tingkat keamanan maupun hasil estetik sebagaimana lilin lebah. Jadi, kami sama sekali tidak merekomendasikan penggunaan parafin wax untuk berbagai alat makan dan dapur kayu Anda.

Cara Lain yang Terkait

Bagaimana dengan bahan finishing lainnya? Anda mungkin menanyakan hal tersebut. Cat misalnya. Sebetulnya bisa saja kita menggunakan cat. Hanya saja, pastikan cat yang dipakai:

1. Benar-benar aman, bahkan bila perlu food grade
2. Tidak mudah rusak sehingga lapisannya tak mudah mengelupas dan tertelan manusia
3. Bukan cat solvent based yang sudah barang tentu membahayakan kesehatan manusia
4. Tidak mengandung zat-zat toksik
5. Tidak mengandung logam berat
Pemakaian cat akan lebih aman diaplikasikan untuk meja dapur, meja makan, kabinet, hingga almari makan. Secara umum, cat yang daya proteksinya bagus pun akan cocok melindungi berbagai perkakas besar tersebut.

alat makan kayu

Finishing Natural untuk Alat Makan Kayu Food Grade

Dalam dunia bisnis, memastikan bahan yang dipakai tidak toksik saja tidaklah cukup. Bagaimanapun juga, kita harus memastikan masyarakat bahwa produk yang dihasilkan benar-benar aman. Caranya? Mudah saja. Salah satunya, agar persepsi masyarakat mengenai produk kita lebih baik, tipe finishing yang diterapkan bisa dipilih yang natural. Ingat, salah satu alasan masyarakat menyukai produk alami adalah karena berbagai produk tersebut dianggap lebih aman. Bila kita menerapkan finishing solid pada alat makan ditakutkan masyarakat mengira produk tersebut menggunakan pewarna berbahaya. Sehingga akan lebih aman bila kita menerapkan natural finish.

Pada akhirnya, 3 hal perlu kita perhatikan untuk pembuatan alat makan kayu food grade. Pertama adalah lemnya, kedua adalah bahan finishingnya, dan yang ketiga adalah tipe finishingnya.

Semoga bermanfaat!

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here