Tips Cerdik Menyembunyikan Bekas Paku pada Furniture

742
paku 1

Saat kita membuat mebel atau furniture, kerap kita memanfaatkanb alat-alat seperti paku. Tapi menggunakan paku secara asal-asalan bukan hanya tidak efisien, tapi juga membuat furniture kurang menarik. Ingin tahu bagaimana cara menyembunyikan bekas paku pada furniture? Yuk kita bahas penjelasannya di bawah ini.


Dalam proses pembuatan furniture, terdapat berbagai komponen yang harus disatukan satu sama lain. Untuk melakukannya, biasanya para woodworker (sebutan untuk tukang kayu) menggunakan lem atau paku. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang jelas, lebih sering keduanya dikombinasikan untuk mewujudkan mebel yang berkualitas dibanding digunakan sendiri-sendiri. Misalnya dalam pemakaian paku.

Sekilas menggunakan paku sepertinya lebih simpel dibanding saat kita menggunakan kayu. Bayangkan saja misalnya kita ingin mengelem dua kayu membentuk sudut siku-siku. Bila kita ingin menggunakan lem, kita harus mengaplikasikan desain sambungan dulu. Misalnya desain finger joint atau mortise dan tenon. Sebab, bila kita langsung menggunakan lem saja, maka ikatan yang terjadi tidak akan kuat. Tapi ketika kita menggunakan paku, kita cukup menggunakan alat itu saja tanpa membentuk desain wood joint. Sekilas memakai paku memang lebih sederhana. Akan tetapi, pemakaian alat ini kurang baik dari segi estetik dan ikatan yang terbentuk tidak stabil. Mari kita bahas kedua kekurangan ini satu per satu.

Estetik

Dari segi estetik, pemakaian paku menyebabkan masalah besar. Adanya penampakan paku pada bagian furniture yang terlihat bisa membuat harga jual produk tersebut turun. Tak heran banyak pengrajin yang mati-matian mencoba menyembunyikan bekas paku pada furniture yang mereka buat. Bila kita memanfaatkan lem, kondisi seperti ini tak akan terjadi.

Kurang Stabil

Pemakuan hanya mengikat kayu pada beberapa titik. Memang kayu akan menyatu, akan tetapi kesatuan tersebut “ringkih” tidak benar-benar solid menjadi satu. Bandingkan bila kita menyatukan dua kayu dengan lem. Seluruh bagian yang direkatkan akan menyatu menjadi satu bukan?

Untuk mengatasi masalah kedua, kita cukup mengkombinasikan pemakaian lem dan paku. Tapi bagaimana dengan solusi untuk masalah pertama? Jangan khawatir. Secara khusus, artikel kali ini didesain untuk memberikan tips dan trik agar penampilan luar furniture Anda mulus, bebas dari tampilan paku.

3 Tips Menyembungikan Bekas Paku pada Furniture

Aplikasikan di Area yang Tak Terlihat

Seperti dijelaskan di atas, baik lem dan paku seringkali digunakan bersama-sama. Yang perlu kita lakukan berikutnya adalah “cerdik” menentukan kapan harus menggunakan lem dan kapan harus menggunakan paku.
Agar paku tak terlihat, sebetulnya caranya juga sederhana. Kita cukup menyembunyikan bekas paku pada furniture dengan tidak menggunakannya pada bagian luar produk tersebut. Misalnya, menggunakan paku hanya di bagian dalam mebel saja. Tak sulit bukan? Toh, kekuatan lem dengan desain sambungan yang tepat, memiliki kekuatan sama baiknya dengan pemakuan.

Tutupi dengan Bagian Lainnya

Bagaimana bila kita terpaksa menggunakan paku pada bagian luar mebel? Eits, jangan khawatir. Untuk menghadapi kondisi ini, kita bisa mencoba menyembunyikannya dengan menutupi bagian tersebut dengan bagian yang lain. Misalnya, setelah memaku bagian luar furniture, kita tempeli dengan komponen kayu lain, dan bila perlu paku, kita bisa memakunya dari dalam dan diusahakan agar tidak tembus. Tidak sulit sama sekali bukan? Tapi ingat, ketika Anda menutupi area pemakuan tersebut dengan kayu lain, Anda akan sulit melakukan “koreksi” bila terjadi kesalahan. Jadi pastikan Anda melakukan pemakuan dengan benar dan tepat.

“Kubur” Area yang Dipaku

paku 2

Selain ditutupi dengan bagian lain, kita juga bisa menyembunyikan bekas paku pada furniture dengan cara menguburnya. Menguburnya? Ya! Memang terkesan aneh, tapi cara ini tepat disebut sebagai penguburan paku.

Cara ini, secara prinsipil sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu memasukkan paku melebihi panjangnya sendiri. Misalnya, Anda memiliki paku berukuran 2 cm. Maka Anda masukkan paku 2 cm tersebut hingga menembus lubang yang kedalamannya hingga 3 cm. Jadi, paku akan “terkubur” pada lubang tersebut.
Nah, untuk menutupi lubang ini, kita bisa memanfaatkan kayu lain. Buatlah potongan kayu kecil yang ukurannya sesuai dengan lebar, bentuk, ataupun kedalaman lubang. Masukkan potongan kayu tersebut sehingga paku terkubur oleh potongan ini. Sederhana bukan?
Cara menyembunyikan bekas paku pada furniture ini hanya memiliki satu celah kekurangan, yakni masalah estetika penampilan produk. Sebab potongan kayu yang kita gunakan belum tentu memiliki pola serat dan warna yang sesuai dengan kayu yang dilubangi. Bila kita ingin mengaplikasikan furniture dengan warna solid, persoalan ini tak jadi masalah. Tapi bila kita ingin menerapkan finishing warna transparan, tentu persoalan ini harus diperhatikan. Pilihlah potongan kayu yang paling mirip dengan kayu yang akan ditempelinya.

Mana Cara Paling Tepat?

Anda mungkin bertanya-tanya, dari ketiga cara di atas, manakah trik yang paling tepat untuk diaplikasikan? Apakah yang pertama? Yang kedua? Atau yang ketiga?
Jawaban sederhananya, pilihlah tips yang paling sesuai dengan kebutuhan dan keterampilan Anda. Contoh, Anda ingin membuat furniture pinus dengan finishing warna transparan. Akan lebih baik bila Anda menggunakan cara kedua atau pertama. Bisa saja Anda menggunakan cara ketiga, tetapi, pastikanlah Anda memiliki potongan kayu yang cocok digunakan. Sama juga bila Anda hendak membuat mebel warna solid dengan jumlah kayu terbatas. Maka pilihan kedua sebaiknya dihindari. Pasalnya, untuk menerapkan cara kedua tersebut Anda harus menggunakan kayu tambahan untuk menyembunyikan bekas paku.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyembungikan bekas paku pada furniture. Terlihat pada ketiga tips di atas, bahwa pemakaian lem akan penting kita perhatikan. Lem selain bisa digunakan untuk menyambungkan kayu, juga berguna untuk meyembunyikan paku agar mebel terlihat lebih menarik. Apalagi pada cara kedua dan cara ketiga, di mana lem secara langsung dipakai untuk menyembunyikan bekas paku pada furniture. Oleh karena fungsinya yang krusial ini, tentu saja lem yang digunakan untuk haruslah berkualitas.

Pertama-tama, lem yang dipilih haruslah lem kayu atau didesain untuk kebutuhan perekatan kayu. Jangan sembarangan menggunakan lem karena banyak lem di pasaran yang tidak didesain untuk kayu. Kita memerlukan lem kayu karena kita membutuhkan adhesive yang memiliki daya rekat kuat sesuai sifat kayu. Akan lebih baik bila kita menggunakan lem tahan lama dan didesain untuk kebutuhan konstruksi atau pembuatan rangka produk. Di pasaran sendiri, ada berbagai adhesive yang sudah tersedia. Penting bagi kita untuk memperhatikan aspek-aspek seperti jenis lem hingga tingkat kekuatannya. Intinya, untuk mebel yang berkualitas, cermatlah dalam memilih dan menggunakan alat serta bahan yang berkualitas. Selain itu tentu saja kita harus bisa melakukan trik-trik seperti trik menyembunyikan bekas paku pada furniture ini.

Semoga bermanfaat.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here