8 Fakta Menarik mengenai Lem untuk Kayu

492
lem untuk kayu (2)
lem kayu

Beragam fakta menarik mengenai lem untuk kayu bisa Anda baca di sini. Apa sajakah itu?

lem untuk kayu (2)

Lem kayu terdiri atas banyak jenis namun sinonim dengan lem PVAc

Ketika orang menyebut istilah “lem kayu” seringkali yang dimaksud adalah lem putih atau PVAc (polyvinyl acetate). Padahal bila ditilik dari jenisnya, lem kayu terdiri atas beragam varian seperti epoksi dan polyurethane.

Lem untuk kayu belum tentu bagus digunakan untuk semua kayu

Ini terjadi karena proses perekatan merupakan proses yang sangat kompleks. Lem sebagai perekat harus memiliki kecocokan secara kimia dan fisika dengan substrat kayu yang akan dilem. Karena substrat kayu itu sendiri merupakan bahan organik dengan berbagai kandungan khususnya, otomatis sebuah lem yang diterapkan belum tentu cocok untuk semua jenis kayu.

Lem kak

Sebelum gema lem-lem modern, dulu hampir setiap pengeleman kayu memanfaatkan hide glue atau lem kak. Lem kak terbuat dari jaringan kolagen hewan. Saat ini, hide glue masih digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan perekatan tertentu meski sudah jarang.

Pentingnya Clamp dalam aplikasi lem untuk kayu

Penggunaan clamp press sangat dibutuhkan untuk keberhasilan pemakaian lem kayu. Clamp press berguna menahan posisi kayu sekaligus memberikan tekanan. Tujuannya agar perekatan lebih presisi dan kuat.

Outdoor vs Indoor

Lem memiliki ketahan sendiri terhadap faktor lingkungan. Berdasarkan hal ini, kita bisa membagi lem menjadi dua, yakni lem indoor vs lem outdoor. Syarat utama lem outdoor adalah ketahanannya pada cuaca. Sedangkan syarat khusus lem indoor adalah tingkat keamanannya yang harus baik.

Water Based vs Solvent Based

Berdasarkan pelarutnya, lem bisa dibagi menjadi dua, yakni lem berpelarut solvent dan lem berpelarut air. Lem berbasis solvent biasanya lebih berbahaya dan menimbulkan bau menyengat. Sebaliknya lem berbasis air umumnya lebih aman dan tidak menimbulkan bau menyengat.

Keamanan Lem

Tingkat keamanan lem sangat beragam. Ada yang kaya dengan kandungan toksik seperti formalin dan solvent. Namun ada juga yang sangat aman hingga bisa digunakan untuk merekatkan alat-alat makan (food grade) seperti Crossbond.

Jangan Takut Noda Lem

Salah satu kesalahan penggunaan lem untuk kayu yang sering terjadi adalah kurangnya jumlah lem yang diaplikasikan. Hal ini disebabkan karena pengrajin enggan harus berurusan dengan noda lem yang muncrat saat kedua kayu direkatkan. Padahal, prinsip pengeleman yang bagus mensyaratkan semua area sudah terolesi lem dengan merata.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here