lem putih untuk kayu
|

Lem Putih Kayu: Pengertian, Keunggulan, dan Cara Penggunaannya

Mengandalkan paku dan sekrup untuk menyambung struktur kayu saja tidak cukup untuk membuatnya kuat. Perlu tambahan lem putih kayu untuk menjadikannya kuat, kokoh, dan tahan lama. 

Lem putih bekerja mengikat antar permukaan kayu dengan sifat kimiawinya. Teknik ini membuat dua bidang material kayu menyatu secara lebih menyeluruh dibandingkan penguncian mekanis dari kayu. 

Namun, sebelum menggunakannya, Anda perlu tahu pengertian lengkap lem putih untuk kayu ini. Termasuk dengan keunggulan, perbandingan dengan lem kayu lain, dan cara menggunakan agar hasilnya lebih sempurna. 

Baca Juga : Cek Perbandingan Lem Kayu PVAc vs Lem Polyurethane, Mana yang Lebih Kuat?

Apa Itu Lem Putih Kayu? 

Lem putih untuk kayu adalah jenis perekat berbahan dasar Polyvinyl Acetate (PVAc). Bahan ini bersifat larut air dan umum digunakan untuk pengerjaan kayu interior. 

Cara kerja lem putih PVAc adalah dengan meresap ke pori-pori kayu, lalu mengeras saat airnya menguap. Proses ini menciptakan ikatan kuat antar permukaan kayu dalam jangka panjang. 

Lem putih PVAc sering digunakan oleh pemula hingga profesional sebagai perekat sambungan furniture, rak, hingga kerajinan. Karena sifatnya fleksibel, lem ini cocok untuk kayu solid maupun berbagai jenis kayu olahan dan serat alami lainnya. 

Karakteristik Lem Putih 

Sebagai lem PVAc, ada beberapa karakteristik yang menjadikannya berbeda dari lem kayu lain. Berikut beberapa karakter yang membuatnya mudah digunakan untuk berbagai proyek: 

  • Lem putih bersifat elastis, dan tetap fleksibel setelah kering sehingga tidak mudah retak. 
  • Termasuk jenis lem yang ringan dan tidak akan menambah beban pada struktur kayu. 
  • Lem kayu putih tidak mengeluarkan bau menyengat yang membuatnya nyaman digunakan di area tertutup. 
  • Waktu keringnya relatif cepat dibandingkan lem lain sehingga mempercepat proses produksi kayu. 
  • Sisa lem yang belum kering dapat dibersihkan dengan air sehingga hasil perekatan semakin rapi. 

Perbandingan Lem Putih dengan Lem Kayu Lain 

Setiap jenis lem kayu memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda. Pemilihan lem harus disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Untuk memahami lem putih, Anda bisa cek tabel pembanding berikut: 

 

Aspek Perbandingan Lem Putih (PVAc)Lem Epoxy Lem Kuning 
Bahan Dasar Polyvinyl Acetate Resin dan hardener Aliphatic resin 
Warna Putih bening saat kering Transparan/ keruh Kuning
Fleksibilitas Tinggi Rendah Sedang 
Ketahanan Air Rendah-sedang Sangat tinggi Sedang 
Aplikasi Interior Struktur berat Furniture
Kemudahan Pemakaian Sangat mudahPerlu pencampuranMudah 

Dari tabel ini, terlihat lem putih adalah pilihan praktis untuk pekerjaan sehari-hari. Sementara epoxy lebih cocok untuk beban berat dan kondisi ekstrem. 

Keunggulan Lem Putih sebagai Perekat Kayu 

Ada banyak keunggulan lem putih untuk kayu yang menjadikannya pilihan utama di kelasnya. Keunggulan ini mencakup aspek teknis hingga kemudahan penggunaan sebagai berikut: 

1. Mudah Digunakan untuk Pemula 

Lem putih tidak memerlukan pencampuran bahan tambahan. Inilah yang membuatnya selalu ideal untuk tukang pemula maupun Anda yang ingin praktek DIY di rumah. 

Cara aplikasinya sederhana dan tidak membutuhkan alat khusus. Risiko kesalahan penggunaan pun relatif kecil. 

Selain itu, waktu terbuka lem cukup panjang. Anda masih memiliki waktu untuk mengatur posisi kayu sebelum lem mengering. 

2. Hasil Sambungan Rapi dan Estetis 

Lem kayu warna putih saat mengering akan berubah menjadi transparan. Sambungan kayu akan selalu terlihat bersih tanpa bekas warna yang mencolok. 

Kondisi ini sangat penting pada furniture dengan nilai estetika tinggi. Finishing cat atau coating juga menjadi lebih maksimal. 

Sisa lem yang keluar dari sambungan mudah dibersihkan. Karena inilah tampilan akhir furniture akan tetap terjaga dan tampak profesional. 

3. Aman dan Ramah Lingkungan 

Lem putih PVAc berbahan dasar air dan minim zat berbahaya. Lem ini aman digunakan dalam ruangan tertutup atau rumah. 

Tidak adanya bau yang menyengat meningkatkan kenyamanan kerja dan bisa langsung digunakan. Dalam pemakaian jangka panjang, lem pun lebih aman bagi kesehatan. 

Lem kayu putih adalah pilihan ramah lingkungan dibandingkan lem berbasis solvent. dampaknya terhadap lingkungan juga lebih kecil. 

4. Fleksibel Mengikuti Gerak Kayu

Kayu adalah material alami yang dapat memuai dan menyusut. Lem putih mampu mengikuti perubahan ini dengan baik. 

Sifat elastisnya mencegah sambungan mudah retak. Hal ini memperpanjang usia pakai furniture atau konstruksi kayu. 

Keunggulan ini membuat lem putih cocok untuk iklim tropis. Perubahan suhu dan kelembapan dapat diatasi dengan baik. 

5. Harga Terjangkau dan Mudah Didapatkan 

Lem kayu warna putih tersedia luas di pasaran. Harganya relatif terjangkau untuk berbagai kalangan. 

Biaya produksi furniture menjadi lebih efisien jika menggunakannya. Kabar baik bagi Anda yang ingin memproduksi furniture dalam skala besar atau kecil. 

Ketersediaan berbagai merek memudahkan Anda untuk memilih mana lem putih yang sesuai kebutuhan. Masing-masing merek menawarkan kualitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan merek. 

Cara Menggunakan Lem Kayu Putih yang Benar 

Penggunaan lem yang tepat akan menentukan kekuatan sambungan. Kesalahan kecil dapat menyebabkan hasil perekatannya tidak optimal. 

Berikut langkah-langkah menggunakan lem kayu putih dengan benar: 

1. Persiapan Permukaan Kayu 

Pastikan permukaan kayu bersih dari debu dan minyak. Permukaan yang kotor akan mengurangi daya rekat lem dalam jangka panjang. 

Kayu sebaiknya juga memiliki permukaan yang rata dan kering. Mengamplas secara ringan dapat membantu untuk membuka pori kayu agar lem mudah meresap. 

Persiapan yang baik akan meningkatkan penetrasi lem sehingga hasil sambungan semakin kuat. 

2. Mengoleskan Lem pada Kayu 

Oleskan lem putih secara merata pada salah satu permukaan kayu tidak perlu keduanya. Gunakan kuas atau spatula untuk hasil aplikasi yang optimal dan aman. 

Hindari penggunaan lem terlalu tebal. Lapisan tipis dan merata justru akan memberikan daya rekat yang lebih baik. 

Pastikan seluruh area sambungan tertutup lem. Tujuannya mencegah adanya celah pada sambungan kayu. 

3. Clamping dan Waktu Pengeringan 

Satukan kedua permukaan kayu lalu lakukan clamping. Tekanan yang stabil akan membantu lem bekerja secara maksimal. 

Biarkan lem mengering sesuai waktu yang dianjurkan pada kemasan lem. Jangan melepas clamp terlalu cepat agar hasil ikatannya sempurna. 

Rata rata waktu kering awal biasanya 30-60 menit. Setelah itu, kekuatan penuh akan tercapai setelah didiamkan selama 24 jam. 

Lem kayu putih adalah perekat berbahan dasar PVAc yang sangat efektif untuk berbagai kebutuhan pertukangan atau furniture interior. Karakteristiknya yang elastis, ringan, dan tidak berbau menjadikannya mudah digunakan pemula. 

Dibandingkan jenis perekat lain, lem kayu warna putih menawarkan keseimbangan antara kekuatan, kemudahan aplikasi, dan harga yang terjangkau. Inilah alasan lem PVAc selalu dipilih dalam pengerjaan kayu sehari-hari. 

Penggunaan lem kayu putih adalah langkah penting untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan sambungan kayu. Ditambah dengan teknik aplikasi yang benar, hasil perekatan dapat menyatu sempurna dan rapi. 

Agar hasil maksimal, Anda perlu memperhatikan persiapan permukaan, tekanan clamping, serta kondisi lem yang digunakan. Kombinasikan metode sambungan yang tepat juga akan membuat konstruksi kayu lebih kokoh dan tahan lama.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *