Ini Dia Merk Lem untuk Laminate Paling Bagus

464

Pada kenyataannya, memang bukan hanya cat yang bisa digunakan untuk melakukan finishing. Pelapis berupa lembaran seperti laminate pun bisa digunakan. Namun dalam pemakaiannya jelas dibutuhkan lem untuk mengelem laminate yang bagus. Persoalan pun muncul, dari sekian banyak lem di pasaran, manakah lem terbaik yang bisa diandalkan?

Pengertian Laminate

Secara harafiah, laminate merupakan kata kerja dalam Bahasa Inggris yang memiliki arti “melaminasi”. Namun dalam dunia woodworking, istilah ini jelas punya pengertian tersendiri. Laminate secara umum merujuk pada bahan yang sifatnya melapisi. Ia biasanya berupa lembaran, baik yang sifatnya kaku ataupun fleksibel. Seringkali, gunanya adalah untuk finishing. Jadi secara umum, laminate punya fungsi seperti cat.

Contoh Laminate: HPL

Salah satu contoh laminate yang paling sering digunakan adalah HPL atau High Pressure Laminate. Laminate ini terbuat dari campuran berbagai bahan termasuk di antaranya adalah kertas kraft, resin, dan juga lapisan dekoratif. Lapisannya bisa dibagi menjadi tiga. Yang pertama adalah lapisan bagian atas yang berfungsi sebagai pemberi perlindungan. Pada HPL dengan kualitas premium, lapisan ini dilengkapi dengan berbagai feature mulai dari feature anti gores sampai anti UV. Selanjutnya, di bagian tengah terdapat lapisan dekoratif. Di bagian inilah warna dan motif HPL ditentukan. Sedangkan yang terakhir adalah bagian paling bawah. Bagian ini yang menjadi area di mana HPL akan dilem menghadap ke media yang dilapisinya.

Selain HPL, PVC atau polyvinyl carbon juga bisa menjadi contoh laminate lainnya. Seperti HPL, PVC juga bisa hadir dengan motif dan warna khusus. Bahan lainnya juga masih banyak yang termasuk dalam kategori laminate. Yang jelas, secara umum, produk-produk ini biasanya hadir dalam bentuk lembaran dan sifatnya melapisi media.

Manfaat Laminate

Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari aplikasi laminate. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Fungsi proteksi. Artinya, lapisan laminate bisa diandalkan untuk memberikan perlindungan terhadap media yang ia lapisi. Contohnya saja, aplikasi HPL yang tahan air pada kayu olahan seperti MDF. MDF yang mudah rusak terkena air akan menjadi lebih aman karena bagian luarnya dilapisi oleh High Pressure Laminate.
  2. Fungsi estetika. Pelapis laminate terutama laminate dekoratif seperti HPL biasanya didesain dengan warna atau pola yang bagus. Jadi, penggunaannya akan bisa membuat media menjadi lebih menarik. Misalnya saja, aplikasi HPL pada particle board. Tampilan particle board yang kurang menarik bisa menjadi lebih menarik setelah dilapisi dengan pelapis ini.

Jadi, bisa dikatakan bahwa laminate memang punya fungsi sebagaimana cat. Ia bisa digunakan sebagai bahan untuk melakukan finishing sebagaimana disebut di atas. Yang menarik, bahan ini sangat berguna untuk material yang sulit difinish dengan cat seperti kayu olahan. Sifat kayu olahan yang mudah menyerap cairan memang membuatnya sulit difinish secara konvensional. Pemakaian laminate akan memecahkan persoalan tersebut.

laminate (2)

Pastikan Lem untuk Laminate Anda Berkualitas!

Tidak bisa tidak bahwa dalam penerapannya, laminate membutuhkan lem yang tepat. Toh, tidak mungkin laminate teraplikasi sendiri di atas sebuah media, bukan? Syarat pertama lem yang bisa digunakan adalah kemampuan lem terkait cocok untuk karakter media sekaligus pelapisnya. Namun, persoalan baru muncul di sini. Dari sekian banyak adhesive yang dijual, produk mana yang sebaiknya dipilih?

Kita jelas tak bisa sembarangan memilih lem untuk laminate. Pasalnya, laminate merupakan bahan dengan karakteristik tersendiri. Anda tidak akan bisa sembarangan menggunakan lem kayu untuk merekatkan media ini. Perlu diketahui, kebanyakan lem kayu menggunakan formula PVAc atau polyvinyl acetate yang sama sekali tidak cocok untuk keperluan aplikasi laminate secara keseluruhan. Dibutuhkan kekhususan pada lem yang dipakai yang tak sekedar berkisar pada daya rekat atau ketahanan lem saja. Jenis lem yang digunakan harus tepat.

Produk lem yang bisa Anda andalkan untuk laminate adalah Eva Phaethon. Daya rekat, kecepatan kering, hingga keawetan lem ini sangat baik. Tapi yang membuatnya disarankan, pertama-tama adalah jenisnya sebagai lem untuk merekatkan media dengan karakter yang berlainan. Jadi penggunaan adhesive ini memang sangat tepat untuk berbagai laminate khususnya laminate seperti High Pressure Laminate atau HPL.

Bagaimana Cara Mengelem Laminate?

Kita sudah membahas mengenai lem untuk laminate yang bagus. Lem Eva Phaethon merupakan merk lem yang tepat digunakan sebab mampu merekatkan bahan dengan karakter yang berlainan. Yang jadi pertanyaan berikutnya adalah “bagaimana cara mengaplikasikan Eva Phaethon untuk mengelem laminate?”

Jangan khawatir bila Anda punya pertanyaan tersebut. Salah satu keunggulan adhesive Eva Phaethon adalah sifatnya yang mudah digunakan. Lem ini akan memperlancar proses produksi dengan karakternya tersebut. Adhesive ini juga bisa digunakan dengan metode manual ataupun dengan berbagai mesin canggih. Sangat menarik, bukan?

Berikut ini cara aplikasi lem untuk laminate Eva Phaethon.

  1. Persiapan. Selain sekedar persiapan alat dan bahan, langkah ini juga mencakup pemotongan laminate sesuai bentuk dan ukuran media. Selain itu, media dan laminate yang akan direkatkan satu sama lain juga sudah harus dalam kondisi bersih, kering, dan bebas noda minyak.
  2. Aplikasi lem. Aplikasi lem untuk laminate dengan cara dioleskan pada permukaan laminate sekaligus media.
  3. Perekatan, dilakukan secara sederhana dengan menyatukan dua media tersebut. Pastikan juga permukaan laminate sudah rata dan tidak menggelembung. Tekan secara merata supaya hasilnya nanti benar-benar rata dan baik.
  4. Menunggu hingga kering

Secara umum, metodenya memang sederhana. Sebab, adhesive yang digunakan memang tak membutuhkan perlakuan khusus. Tapi ingat, ada banyak laminate seperti HPL yang memang sulit diterapkan. HPL, terutama, sering menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha mebel karena sifatnya yang tricky. Jadi, cermatlah saat menerapkan jenis laminate tersebut. Hindari pemakaian lem yang tidak tepat karena bisa membuat aplikasi laminate HPL makin sulit dilakukan dengan hasil yang baik.

lem eva phaethon

Kesimpulan

Bisa disimpulkan, bahwa dari penjelasan di atas, laminate punya posisi penting dalam proses finishing. Bahan ini, meski berbeda dengan cat, tapi punya guna seperti cat, yakni untuk memberikan proteksi sekaligus keindahan pada bahan yang dilapisinya. Pada kayu olahan, pelapis ini amat krusial karena secara umum, kayu olahan sangat sulit dicat dengan cat cair biasa. Namun, muncul persoalan baru. Karena pelapis ini hanya bisa diaplikasikan dengan lem, tentunya dibutuhkan lem untuk mengelem laminate yang bagus. Manakah di antara berbagai lem di pasaran yang sebaiknya digunakan? Kita tentu harus cermat saat memilih lem yang tepat. Sebagai saran, lem atau adhesive yang direkomendasikan untuk kebutuhan ini adalah Eva Phaethon. Lantaran selain kuat, cepat kering, dan awet, lem ini adalah lem yang memang didesain untuk merekatkan laminate terutama laminate sintetis seperti HPL.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here